Rabu, 01 Januari 2014

PT INALUM, Kado Istimewa dari BUMN untuk INDONESIA Jelang Penutupan Tahun 2013

Menjelang berakhirnya tahun 2013 menuju tahun 2014 yang hanya tinggal menunggu hitungan jam, BUMN melalui Menterinya Dahlan Iskan memberi kado istimewa pada Indonesia dengan mengambil alih PT INALUM yang selama ini sahamnya dikuasai oleh pihak Jepang. Perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan alumunium dan telah berpuluhan tahun dikuasai oleh Jepang meskipun sejatinya PT INALUM milik Indonesia dan berdiri ditanah Indonesia.
        PT INALUM yang merupakan perusahaan alumunium terbesar se Asia yang selama ini hampir tidak memberikan kontribusi yang berarti untuk Indonesia. Hal itu disebabkan karena selama ini mayoritas saham PT INALUM dimiliki oleh Jepang, yang secara otomatis kekuasaan dan kebijakan tertiggi ditangan jepang, itulah yang kemudian menyebabkan PT INALUM tidak bisa memberikan kontribusi untuk Indonesi, kata Dahlan Iskan.
        Menjelang ditutupnya tahun 2013, BUMN melalui Menterinya Dahlan Iskan megatakan bahwa “PT INALUM telah menjadi milik Indonesia karena 100% sahamnya telah diambil alih BUMN” terang Dahlan. Untuk mengambil alih PT INALUM dari tangan Jepang, BUMN menggelontorkan dana yang sangat besar, yakni 556 Juta U$, yang setara dengan 556 Trilyun.
       Harga yang dibayar Indonesia guna mengambil alih PT INALUM dirasa sangat pantas dan jauh dibawah nilai perusahaan alumunium tersebut, yang ditaksir sekitar 1 trilyun U$. Dengan diambil alihnya PT INALUM ini, diharapkan kedepannya PT INALUM bisa memberi kontribusi yang besar untuk Indonesia, karena konsumsi untuk alumunium sangat besar, terutama di sektor otomotif dan konstruksi.
      Dahlan juga menjelaskan, bahwasannya selama ini PT INALUM hanya memproduksi alumunium setengah jadi, dari bahan setengah jadi itu kemudian di export ke jepang untuk dijadikan bahan jadi, itu juga yang menyebabkan PT INALUM tidak bisa memberi kontribusi yang besar pada Indonesia.
     “sebenarnya kita sudah mampu mejalankan PT INALUM dengan tenaga kita sendiri, itu bisa dilihat dari pekerja yang mayoritas orang asli Indonesi, tinggal 3 orang yang dari Jepang” lanjut sang Menteri disalah satu media televisi. Yang sebenarnya menjadi kendala adalah sektor bahan baku, saat ini mengandalkan import dari Australia, tapi untuk kedepannya Indonesia bakal memiliki perusahaan baru yang memproduksi bahan baku alumunium, yang terletak di Sumatra.
     Pengambil alihan PT INALUM menjadi 100% milik Indonesia dirasa sangat penting guna menunjang sektor ekonomi dan pengembangan industri yang ada, karena PT INALUM mempunyai prosfek yang sangat bagus melihat kebutuhan alumunium dunia sangat besar, terutama pada sektor otomotif dan konstruksi.
    Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah untuk menuju industri Indonesia yang maju, maka kita harus kuasai hulu industrinya terlebih dulu, yakni industri baja, aneka tambang, bahan pokok dan alumunium, pungkas sang Menteri BUMN Dahlan Iskan. (AL)

Selasa, 31 Desember 2013

Kualitas Harga Garam Rakyat Mulai Bersahabat

Program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan hasil menggembirakan. Keberhasilan bisa dilihat pada program BLM melalui Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Madura yang digulirkan tahun 2011, menunjukkan peningkatan baik produksi garam maupun harga garam. Produksi garam Pugar di Madura mencapai 400.940 ton dengan luas lahan 4.482 ha, produktivitasnya mencapai 89,45 ton/ha. Sebelumnya hanya menghasilkan 40-60 ton/ha. Harga pun meningkat hingga Rp. 600,-/kg, yang  sebelumnya hanya berkisar Rp. 150-200/kg. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif C. Sutardjo, ketika mendampingi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ketika peninjauan ke PT. Garam di Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur,  Kamis (5/12).

    Sharif menjelaskan, Sumenep sebagai salah satu sentra garam nasional pada tahun 2011 dengan luasan lahan 2.088 ha menghasilkan garam sebesar 154.275 ton dengan produktivitas 76,20 ton/ha. Produksi Sumenep terus mengalami peningkatan pada tahun 2012, setelah mendapat bantuan BLM PUGAR. Dimana dari luasan lahan sebesar 1.977 ha mampu menghasilkan garam hingga 213.887 ton dengan produktivitas 108,08 ton/ha. Bahkan pada tahun 2013 dengan adanya anomali cuaca dengan masa produksi hanya 1,5 bulan hingga bulan November, Sumenep masih bisa menghasilkan produksi garam sebesar 84.047 ton dengan produktivitas 55,34 ton/ha. Adapun di Madura sendiri, produksi garam PUGAR pada tahun 2012 mencapai 634.743 ton dengan produktivitas 96,82 ton/ha dari luasan lahan produksi 6.555 ha.

    Program BLM Pugar menurut Sharif, mampu memperbaiki produksi dan kualitas garam rakyat. Dimana sebelumnya dari tahun ke tahun tidak mengalami perkembangan yang berarti, mengingat harga garam petambak tidak pernah mengalami perubahan. PUGAR yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petambak telah menunjukkan hasil yang mengembirakan bagi petambak garam. Bahkan dengan membaiknya kualitas garam rakyat, Pemerintah telah menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) menjadi Rp. 750,- untuk garam Kualitas Produksi 1 (KP1) dan Rp. 550,- untuk garam kualitas KP2. ”Program Pugar di Madura yang digulirkan sejak tahun 2011 ini telah memberdayakan petambak sebanyak 4.760 orang yang tergabung dalam 491 Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR),” jelasnya.


Produksi Garam Nasional
    Menurut Sharif, sejak digulirkan program Pugar, produksi garam nasional juga terangkat. Tercatat, produksi garam rakyat secara nasional tahun 2011 sebesar 1.623.786 ton dengan produktivitas 68,16 ton/ha dan untuk produksi garam PUGAR sendiri mencapai 856.356 ton dengan produktivitas 78,04 ton/ha. Pada tahun 2012  produksi garam nasional mencapai 2.473.716 ton, dari luasan lahan 26,95 ha dengan produktivitas mencapai 91,7 ton/ha. Sementara produksi garam Pugar secara nasional pada tahun 2012 meningkat dratis hingga mencapai 2.020.109 dengan produktivitas 96,79 ton/ha dari luas lahan sebesar 20.870 ha. Sedangkan kebutuhan garam konsumsi sebesar 1.466.336. Dengan demikian telah terjadi surplus garam konsumsi. Dengan kondisi  tersebut berarti Swasembada Garam Konsumsi Nasional sudah tercapai.

    Produksi garam nasional, kata Sharif, memang sempat mengalami penurunan produksi. Adanya anomali cuaca tahun 2013, yang menyebabkan masa produksi hanya 1,5 bulan, produksi garam nasional mengalami penurunan. Data terakhir produksi garam hingga 18 November 2013 mencapai 577.917 ton dari target yang telah ditetapkan sebesar 545.000 ton. “Walaupun terjadi penurunan, dipastikan tahun 2013 tidak ada impor garam mengingat masih tersedianya stok garam tahun 2012, dan produksi garam tahun 2013 masih  dapat memenuhi kebutuhan garam konsumsi nasional," tandasnya.

    Ditambahkan, produksi garam nasional juga didukung PT Garam. Perusahaan garam milik BUMN ini tahun 2012, memproduksi 385.000 ton dengan luas lahan sebesar 5.700 ha, dengan produktivitas berkisar antara 67,54 ton/ha. Garam yang dihasilkan tentunya lebih baik dari garam rakyat karena sudah menerapkan teknologi dengan masa produksi yang normal. Bahkan PT. Garam melalui teknologi geo-membran telah mampu menghasilkan produksi garam hingga tiga kali lipat. Berarti tingkat produktivitas bisa mencapai sekitar 210 ton/ha, dengan kualitas  yang dihasilkan mencapai KP1, atau sudah memenuhi standar garam industri. “Kami yakin harapan menuju Swasembada Garam Industri Nasional pada tahun 2015 dapat tercapai, impor garam industri tidak diperlukan lagi,” tegasnya. (AL) berbagai sumber

WISATA AGRO WONOSARI MALANG DAN AJANG ANUGRAH WISATA NASIONAL 2013

Dalam rangkaian kegiatan Anugerah Wisata 2013, Wisata Agro Wonosari terpilih mewakili Kabupaten Malang untuk memperebutkan Anugerah Wisata Nasional tingkat Jawa Timur 2013. Penilaian dilakukan oleh tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Untuk memberikan dukungan kepada Wisata Agro Wonosari agar menjadi daya tarik wisata di Jawa Timur pada Anugerah Wisata Nasional 2013, masyarakat dapat berpartisipasi dengan mengirimkan SMS berformat AWN(spasi)KABMALANG kirim ke 3799.

Wisata yang menonjolkan teh sebagai wisata andalan ini memang sungguh mempesona. Hamparan kebun teh yang luas dan ditambah lagi degan udara sejuk khas kota malang menjadikan Wisata Agro Wonosari ini mendapat tempat tersendiri dihati pengunjung.

Wisata Agro Wonosari yang bertempat di Lawang, Malang merupakan wisata agro yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero). Menjanjikan pesona alam dan keindahan kebun teh, Wisata Agro Wonosari diminati oleh berbagai kalangan. Tak hanya musim liburan, Wisata Agro Wonosari kerap dipenuhi oleh pengunjung di hari-hari biasa baik wisatawan asing maupun domestik.

Pengunjung yang datang akan disuguhi udara pegunungan yang segar dengan hamparan tanaman teh yang indah. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat bermalam di Wisata Agro Wonosari dengan menyewa wisma yang disediakan. Jika musim liburan, sebaiknya pengunjung sudah memesan kamar jauh-jauh hari agar mendapat tempat.

Tak hanya wisata alam, Wisata Agro Wonosari juga menyuguhkan wisata pendidikan dengan mengenalkan tata cara produksi teh di pabrik teh yang ada di sana. Setelah lelah menjelajahi keindahan Wisata Agro Wonosari Anda dapat beristirahat di Tea House sambil menikmati teh dan berbagai menu lainnya yang tersedia. Dan tak berhenti disitu saja kelebihan dari Wisata Agro Wonosari, didalamnya juga terdapat tempat outbong, kolam renang dll.

Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh Wisata Agro Wonosari, sudah sepantasnya Wisata Agro Wonosari dapat dinobatkan menjadi daya tarik wisata di Jawa Timur pada Anugerah Wisata Nasional 2013 nanti. (AL)

Jumat, 04 Oktober 2013

NEGERI PETANI YANG KELAPARAN

Laporan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) tentang neraca perdagangan Indonesia khusus komoditas pertanian sejak 2006 mengalami defisit US$28,03 juta hingga sekarang mencapai US$5,509 miliar, dalam tempo enam tahun defisit hampir 200 kali lipat.

Negeri Petani yang Kelaparan, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan Indonesia pada saat ini. Bagaimana tidak, Indonesia yang pernah tenar dengan sebutan negara agraris dengan kekayaan alam yang melimpah, kini berubah menjadi Negeri yang bergantung pada barang-barang impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakatn ya. Predikat Negara agraris tersebut melekat di Indonesia karena cukup berhasil swasembada bahan pangan, semisal beras, jagung, kedelai dan hasil pertanian lainnya. Kini predikat tersebut perlu dipertanyakan karena seiring bertambahnya zaman, Indonesia malah gencar menginmpor bahan pangan dari luar negeri.

Sungguh ironi negeri yang katanya gemah ripah loh jinawa, subur, makmur dan kaya akan sumber daya alam ternyata dalam memenuhi kebutuhan pangannya masih impor. Kalau kita cermati bersama ternyata impor yang dilakukan negeri ini tidak hanya beras semata. Selama satu dekade ini negara kita mengimpor bahan pangan dalam jumlah yang sangat besar. 

Beras rata-ratalebih dari 2 juta ton (terbesar di dunia), kedelai lebih dari 1,2 juta ton, jagung 1,5 juta ton, gula pasir 1,6 juta ton (terbesar kedua didunia setelah Rusia), buah-buahan sekitar 160 ribu ton,sayuran 250 ribu ton, daging setara 400 ribu ekor sapi, susu dan hasil susu 90 ribu ton. Selain itu Indonesia juga termasuk salah satu negara pengimpor gandum terbesar, bahan makanan yang tidak tumbuh di negeri ini.

Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kemakmuran dan kesejahteraan para petani, karena petani adalah sebagai kunci ketahanan pangan. Tapi pemerintah terkesan cuek dan menganak tirikan petani dan menganak emaskan sektor industri,  sehingga para petani enggan untuk bertahan dalam sektor pertanian dan lebih memilih jadi buruh sebuah perusahaan.

Selama ini para petani dibiarkan begitu saja menghadapi ganasnya pasar bebas. Mereka tidak pernah mendapat bantuan dan perlindungan yang berarti. Meningkatnya jumlah petani gurem-(kurang dari 0,5 Ha/rumahtangga tani) dari 40,78 persen (1983) menjadi 53,29 persen (2003, meningkat 12,51 persen)(Hasil Sensus Pertanian, BPS)-menunjukkan bahwa kesejahteraan petani di Indonesia masih dibawah standar kelayakan. Selain itu dengan meningkatnya petani gurem, menunjukkankemampuan pemerintah dalam membangun pertanian juga masih lemah.

Selain itu, dalam kebijakan pupuk pun pemerintah seolah tidak berdaya menghadapi kelangkaan yang sering terjadi. Ibarat lagu lama, setiap menjelang musim tanam kelangkaan pupuk dan melonjaknya harga pupuk selalu berulang-ulang. Meskipun dalam berbagai media, terpampang bahwa stok pupuk aman bahkan disuguhkan juga angka-angka yang menguatkan, tetapi pada kenyataannya dipasaran barang tidak ada. 

Pemerintah pun seolah tidak pernah belajar dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Bahkan dengan beraninya sekarang pemerintah membuka kran ekspor pupuk tanpa memperhitungkan lonjakan kebutuhan pupuk pada masa tanam.

Mungkin itu memang strategi para negara eksportir, mereka akan lebih rela merugi awalnya sehingga kita akan ketergantungan, apabila sedah terjadi seperti itu, tidak menutup kemungkinan mereka akan mencekik kita dengan melambungkan harga. 

Tidak mudah memberi makan ± 237 juta perut. Bila perut rakyat kosong, sia-sialah membela stabilitas politik. Karena itu, pemerintah jangan anggap enteng masalah beras dengan kebijakan gampangan main impor.

Negeri ini punya banyak ironi, inilah negeri yang dikepung laut, tapi mengimpor garam,  inilah pula negara agraris yang mengimpor bahan pokok. Jika pemerintah tetap bertahan dengan barang impor dan terus bergantung pada negara lain, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi Negeri Petani yang Kelaparan.

Dikelola dari berbagai sumber, dan dikuatkan data dari BAPPENAS

Kamis, 29 Agustus 2013

ARB yakin, BERKAH pasti menang

wartasakera.com, meskipun disemua media baik online, cetak maupun elektronik, bahkan LSI pun melalaui vottingnya memberitakan pasangan KARSA lebih unggul dan akan menang pada acara PILGUB Jawa Timur 2013 ini. Dalam acara votting yang dilakukan hampir seluruh media, pasangan KARSA memperoleh 48% suara lebih unggul dari pasangan BERKAH yang memperoleh 38% suara.

Tapi hasil votting yang dilakukan oleh semua media tersebut hanyalah hasil votting sementara memalui hitung cepat, dan semua pasangan calon masih menunggu hasil real count yang dilakukan oleh KPU.

Tim pasangan BERKAH melalui ARB (aliansi Relawan BERKAH) mengatakan, "kami optimis BERKAH menang pada Pilgub kali ini", terang Faizun. pendapat Faizun tersebut memang sangat beralasan karena perolehan suara pasangan BERKAH melalui hitung cepat tidak jauh dari pasangan KARSA, hanya tertinggal 10%.

Kofifah Indar Paraawangsa pun mengatakan hal yang sama,"saya yakin akan menang", ketika dikonfirmasi via telfon oleh tim wartasakera.com. Semua calon masih punya kesempatan yang sama untuk menang Pilgub kali ini, dan kami masih merasa yakin bisa menang, lanjut Khofifah.

Memang dalam Pilgub kali ini terasa begitu berbeda dengan tahun yang sebelumnya, karena ini adalah kali kedua Khofifah Indar Parawangsa ikut meramaikan acara Pilgub Jawa Timur, maka dirasa sangat wajar jika Khofifah sangat optimis menang.

"kami ARB sangat yakin jika pasangan BERKAH akan menang, meskipun hitung cepat menyatakan kami kalah", pungkas Faizun, selaku koordinator ARB.
(Fian)

Senin, 12 Agustus 2013

ARB siap menangkan BERKAH

Faizun, koordinator ARB
(wartasakera.com), Sekelompok warga Jawa Timur yang menamakan kelompoknya ARB (Aliansi Relawan Berkah) menyatakan kesiapannya dalam mendukung dan menangkan pasangan Berkah (Khofifah – Herman) 1 putaran dalam Pilgub 2013 kali ini. Relawan yang tergabung dalam ARB, yakni terdiri dari kader muda NU dan partisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) seJATIM.

ARB mengatakan bahwa memang pasangan BERKAH lebih pantas memimpin Jawa Timur, selain karena cemerlangnya karir politik Khofifah Indar Parawangsa, sosok Khofifah juga sangat bersahaja dan lemah lembut tapi juga kritis terhadap semua kebijakan. Apalagi ditambah dengan ketegasan dan kedisipklinan seorang Herman S Suryawiredja yang merupakan mantan Kapolda JATIM.

Kombinasi itu dirasa sangat mumpuni untuk memimpin dan membawa Jawa Timur makmur dan sejahtera. Dengan alasan itulah ARB (Aliansi Relawan BERKAH) siap 100% untuk maju mendukung Khofifah – Herman dalam merebutkan kursi JATIM 1. “kami sangat berharap dengan kombinasi seperti itu Jawa Timur akan lebih baik”, terang Faizun selaku kordinator ARB.

Salah satu cara yang dilakukan guna memenangkan pasangan BERKAH, yakni dengan menyiapkan tim hingga ditingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk melakukan monitoring pemungutan suara dengan target anti manipulasi. “semua ini kami lakukan untuk menghindari manipulasi”, lanjut Faizun ketika ditemui dikantornya.

Dalam Pilgub kali ini pasangan Khofifah – Herman alias BERKAH siap menang satu putaran.  “kami siap menang satu putaran”, kata Khofifah ketika melakukan pertemuan dengan para pendukungnya (ARB).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Faizun selaku kordinator,dia menyatakan kesiapannya beserta pendukung lain untuk menangkan pasangan Khofifah – Herman dalam Pilgub kali ini, “kami semua juga siap menangkan pasangan BERKAH satu putaran”, jelasnya.

Selain meyiapkan dan membentuk tim hingga di TPS, ARB juga akan melakukan kajian terhadap  DPT yang akan digunakan dalam Pilgub kali ini. Dan hasil dari kajian yang dilakukan akan dikirimkan ke KPU pada tanggal  22 agustus 2013, dimana pada saat itu DPT yang telah direvisi akan ditetapkan oleh KPU JATIM. 
Alasan melakukan kajian tersebut, agar tidak ada manipulasi ataupun kesalahan DPT yang sering terjadi pada setiap pemilihan umum, entah itu tingkat daerah ataupun pemilihan Presiden. Dengan pertimbangan itulah ARB akan mengkaji ulang DPT yang sebelumnya telah dirilis oleh KPU.


“DPT merupakan tempat dimana sering terjadi kesalahan, bercermin dari pemilihan umum yang sebelumnya, maka kami akan melakukan kajian ulang mengenai DPT yang akan digunakan pada Pilgub 2013”, pungkas Faizun, selaku koordinator ARB. (AL)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More