Jumat, 01 Februari 2013

CABUP KELILING DESA

Pasuruan, Pelaksanaan pemilihan umum kepala Daerah (PEMILUKADA) Kabupaten Pasuruan tinggal menghitung hari, tepatnya tanggal 03 maret 2013. Bakal calon bupati dan wakil bupati kini lebih intensif mendekatkan diri kepada masyarakat (calon pemilih).

Seperti yang dilakukan CABUP no 1 Edy Paripurna. Hari minggu kemarin, tepatnya tanggal 27 Januari 2013 Edy Paripurna beserta crew terjun kelapangan agar masyarakat lebih mngenal akan sosok dirinya. “yang kami kunjungi untuk hari ini sebanyak 23 Dusun di Kecamatan gempol dan puncak acara kami mendatangi acara sunatan massal yang digelar di Desa Arjosari, Kejapanan” ungkap Edy Paripurna.

Selain itu kunjungan CABUP bernomor 1 tersebut juga untuk memberikan sumbangan berupa sejumlah uang untuk sarana dan prasarana masyarakat di Dusun yang dikunjungi. “ini bukan merupakan uang suap atau apapun, tapi hanya untuk sumbangan masyarakat” ungkapnya lagi.

Seperti yang didapatkan oleh Dusun Baran, Desa Winong, Kec. Gempol. “kami mendapat sumbangan berupa uang sebesar Rp 1.000.000 untuk keperluan sarana dan prasarana majid kami” tutur Syaiful Bakhri selaku sekretaris masjid.

Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pemilukada, para bakal pasagan calon tentunya tak ingin kehilangan waktu dengan sia-sia.  Mereka terus hadir dalam acara-acara di pedesaan, meskipun  saat ini belum memasuki tahapan kampanye seperti yang telah diagendakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), yakni tanggal 14 Februari 2013.

Dari pantauan tim wartasakera.com, untuk saat ini hanya CABUP Edy Paripurna yang gencar melakukan pendekatan kepada masyarakat. Dari pembentukan tim sukses dan saksi pun sudah dilakukan, guna untuk memenangkan Pilkada Pasuruan 2013-2018. Alfian

BARU SELESAI, TROTOAR HANCUR

Parah : Trotoar pemabatas jalan hancur
Kejapanan GEMPOL, Trotoar yang melintasi akses raya Surabaya-Malang, tepatnya terletak di Desa Kejapanan Gempol rusak parah dan bisa dikatakan hancur. Beton yang digunakan sebagai pembatas pun hancur sehingga dapat membahayakan pengguna kendaraan, pasalnya serpihan pecahan beton tersebut berceceran sampai ketengah jalan.

Dari pantauan di lapangan, senin (14/01) kerusakan trotoar terjadi sepanjang Raya Kejapanan dan diperkirakan kerurakan tersebut mencapai hampir 50 meter.  Padahal trotoar pembatas jalan tersebut baru saja selesai di bangun pertengahan tahun 2012 kemarin, tapi tak sampai 1 tahun trotoar tersebut sudah hancur.

Andik, warga Desa Kejapanan yang juga sebagai sukarelawan penyeberang jalan tersebut mengatakan “bahwa trotoar tersebut memang baru saja selesai dibangun, mungkin karena buruknya kontruksi atau banyaknya kendaraan besar yang melintas, saya juga gk tau persis, yang jelas trotoar itu hancur parah” ucapnya.

“mungkin karena ada tindak korupsi dalam pengadaan barang bangunan sehingga berimbas kepada buruknya konstruksi jalan” tutur fery (42) pengguna jalan.

Berbagai pendapat negatif terlontar dari pengguna jalan yang melintas ataupun dari pejalan kaki dan beberapa sukarelawan penyeberang jalan, mereka selalu berkata “mungkin dikorupsi” seakan mereka faham betul dengan budaya korupsi yang telah populer di Negara ini yang kebanyakan dilakukan oleh oknum anggota dewan terhormat.

Sampai sekarang, jum’at 01 Februari 2013 tak ada tanda-tanda bahwa trotoar tersebut akan segera diperbaiki dan terkesan dibiarkan hingga menunggu jatuhnya korban jiwa akibat rusaknya pembatas jalan tersebut. (Alfian)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More